Humbahas - Air merupakan kebutuhan pokok dan sangat vital bagi kehidupan manusia. Karena itu, jika kebutuhan air tidak tersalur bisa berdampak tak baik pada kesehatan ataupun sosial.

Problem air ini dialami warga Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, tepatnya penduduk Jalan Ricardo dan Jalan Rumah Sakit, Kecamatan Dolok Sanggul. Sudah dua minggu lebih warga kesulitan mengkonsumsi air bersih.

Tak tahan dengan kondisi itu, warga pun menyampaikan keluhan lewat media sosial Facebook. Keluhan diarahkan kepada Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor.

Seperti disampaikan salah satu warganet lewat media sosial Facebook, akun [email protected] Lembaga Adat Purba Humbahas, Rabu 29 Mei 2019.

Warganet ini mengaku sudah dua minggu air tidak tersalur ke rumah warga. Kondisi itu sudah dilaporkan ke UPT Air Bersih milik Pemkab Humbahas. Curhatan sudah diposting hingga tiga kali di Facebook.

Berikut isi postingannya, "Pak Bupati yang mulia Dosmar Banjarnahor II untuk kesekian kalinya saya ingin menyampaikan air PAM itu tak hidup juga. Apakah bapak engak mendengar keluhan masyarakat Jalan Ricardo Pasar Dolok Sanggul ini. Dimanakah hati nuranimu pak melihat kami tak bisa memakai air. Sementara visi misi bapak menuju Humbahas Hebat, apakah kami harus datang ke kantor buat menjumpai bapak Bupati yang terhormat".

Dia melanjutkan tulisan di dinding akunnya,"Mohon dong pak kami diperhatikan pak Sekda Drs Tonny Sihombing dan pak Camat Dolok Sanggul Pardomuan Simanullang dan anggota dewan yang aktif dan yang sudah terpilih Roman, Sanggul Rosdiana, Guntur Simamora".

Tulisan yang diposting oleh pemilik akun Lembaga Adat Purba Humbahas itu mendapatkan komentar warganet dengan bahasa Batak. Salah satunya akun bernama @Roman yang tidak lain salah satu anggota dewan terpilih periode 2019-2024.

Dalam komentarnya, Roberto Simanullang nama asli pemilik akun @Roman menyampaikan, bahwa dia segera menindaklanjuti keluhan itu ke kantor UPT Air Bersih. "Olo amang, lao pe au tu UPT Air Bersih (Iya Bapak, pergi pun saya ke UPT Air Bersih)," tulis Roman sembari memposting fotonya berada di kantor UPT Air Bersih.

Demikian juga warganet lainnya @Lampos Purba yang tak lain adalah Kepala Bagian Protokoler Sekretariat Daerah Bupati Humbahas.

Komentar Lampos, menyebut sedang ada perbaikan. "Sabar majo hita amang, secepatnya akan jalan airnya ini lagi diperbaiki, maaf atas ketidaknyamanya, terimakasih".

Akun bernama @Pardomuan Simanullang ikut berkomentar. Warganet ini tak lain Camat Dolok Sanggul. Dia menyampaikan, sedang tahap perbaikan oleh pihak UPT Air Bersih.

"Horas amang inang, sedang berusaha doppe hita dohot UPT Air bersih laho padengganton. Secepatna asa mardalan aek dohot denggan dihuttaon, ala adong beberapa titik pipa pecah jadi butuh proses penyelesaianna. Sabar majolo amang, inang dah, mauliate (Horas bapak ibu, sedang berusaha UPT Air Bersih untuk memperbaiki. Secepatnya berjalan air di desa kita, kebetulan ada beberapa titik pipa rusak jadi butuh proses perbaikan. Sabar lah bapak ibu, terima kasih)," tulis camat.

Sementara, warganet ini yang sudah men-tag beberapa kali akun bernama @Dosmar Banjarnahor II yang tak lain Bupati Humbahas tak kunjung dikomentari.

Dari amatan, hingga sejauh ini kebutuhan air bersih di pemukiman tersebut belum normal.

Camat Dolok Sanggul Pardomuan Simanullang dikonfirmasi mengaku bahwa itu terjadi karena adanya kerusakan pipa di tiga titik. Pertama, daerah Pollung, kedua Hutaraja dan Onanbaru.

Kerusakan sedang proses perbaikan. Pihak UPT Air Bersih sudah membeli pipa untuk mengganti pipa yang rusak. "Kemungkinan, Kamis 30 Mei 2019, keluhan masyarakat terjawab, artinya air sudah tersalur," katanya via telepon seluler.

Camat mengakui kondisi ini sudah berlangsung dua minggu lebih. Dia prihatin karena masyarakat terpaksa menggunakan air sumur, bahkan membeli air galon untuk kebutuhan air bersih. Paling ironisnya lagi, ada masyarakat terpaksa menampung air hujan.[]

Baca juga: