Wonogiri - Kalau mendengar istilah kuliner rujak kelapa, pasti Anda mengira itu sejenis rujak uleg atau rujak cingur. Nyatanya Anda salah besar!

Rujak kelapa adalah minuman sejenis jahe panas yang ditaburi dengan parutan daging kelapa. Pilihan kelapanya juga agak tua, bukan kelapa muda yang sering dipakai untuk minuman.

Sutijan, penjual rujak kelapa (atau masyarakat desa menyebutnya rujak degan), menerangkan kalau minuman tersebut memang khas Wonogiri, tapi di daerah itu pun penjualnya juga sudah jarang.  

Berbeda dengan jahe atau jahe rempah. Rujak kelapa ini ada sensasi kriuk kriuk nya

"(Minuman ini) Khasiatnya seperti (minuman) jahe, (jadi) bagus untuk menghangatkan badan," Ujarnya kepada Tagar, Jumat, 8 Juni 2019.

Tidak mudah untuk menemui pedagang minuman rujak kelapa ini. Biasanya mereka hanya berjualan di sebuah acara, seperti pagelaran wayang kulit atau musik.

"Saya jualan kalau ada wayang kulit atau organ tunggal saja. Kadang juga mangkal di pasar-pasar desa," Katanya dengan bahasa Jawa Krama.

Sensasi kriuk kriuk

Beberapa pembeli tampak menikmati minuman rujak kelapa ini. Mereka menemukan rasa yang berbeda dengan minuman sejenis.

"Berbeda dengan jahe atau jahe rempah. Rujak kelapa ini ada sensasi kriuk kriuk nya," kata Febri, perantau dari Jakarta yang mudik Idul Fitri ke Desa Sawit, Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri.

Rasa kriuk kriuk tersebut didapat saat lidah menemukan kelapa di minuman tersebut. Dari segi harga pun rujak kelapa sangat murah.

"Harganya cuma tiga ribu rupiah. Di Jakarta bisa sepuluh ribu'an," katanya. []