Maros - Hingga H-2 jelang lebaran 2019, jumlah penumpang di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menurun hingga 20 persen. Akibatnya maskapai yang meminta tambahan extra flight tidak jadi beroperasi.

“Sampai H-2 mudik lebaran tidak ada extra flight dari maskapai. Rencana awal memang jika penumpang membeludak akan ada tambahan penerbangan dari maskapai,” kata petugas posko mudik lebaran 2019 Alif Krisno Hidayat, Senin 3 Juni 2019.

Menurut Alif, jika berkaca pada mudik tahun 2018 seharusnya pada H-2 ini merupakan puncak-puncaknya untuk melaksanakan mudik, karena biasanya pada H-1 sudah berkumpul dengan keluarga.

“Di tahun 2018, pada H-2 jumlah penumpang capai 40 ribu lebih, sementara di 2019 pada H-2 hanya berkisar 32 ribu penumpang lebih,” jelasnya.

Sebelumnya, penerbangan tambahan diajukan oleh maskapai Lion Air untuk satu rute. Makassar - Yogyakarta dan sebaliknya. Adapun Sriwijaya Air mengajukan dua rute penerbangan tambahan, yakni Makassar - Yogyakarta dan sebaliknya, serta Makassar - Balikpapan pulang pergi.

Baca juga