Simalungun - AS (21) warga Huta I Nagori Silinduk, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara adalah tersangka pembunuhan gadis asal Simalungun, Novita Dewi (18).

Pria yang dikenal korban lewat media sosial (medsos) Facebook tersebut, dihadirkan dalam konferensi pers Polres Simalungun di Aspol Jalan Sang Naualuh, Kota Pematangsiantar, Jumat 24 Mei 2019 kemarin.

Mengenakan baju tahanan Polres Simalungun, wajahnya tampak sesekali meringis. Kakinya sebelah kanan ditembak polisi saat berusaha kabur dari tangkapan pada Rabu 22 Mei 2019 pagi.

Baca juga: Gadis Asal Simalungun Kondisi Tewas Disetubuhi

Kepada Tagar, pria yang sudah pernah melakukan tindakan kriminal pada usia 17 tahun itu, mengaku menyesali perbuatannya hingga membuat korban meninggal dunia.

Namun dia belum memiliki keberanian untuk menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban. "Belum berani aku minta maaf, Pak," kata pria yang akrab disapa Geleng.

Disinggung soal balasan komentarnya di akun Facebook milik Nita, teman korban, Geleng menyebut sengaja membalas status yang meminta informasi posisi di mana korban.

Itu dia lakukan untuk mengelabui teman dekat, keluarga dan pihak kepolisian, membuat kesan bukan dia pelaku pembunuh korban. Dia membalas status setelah kejadian pembunuhan di sebuah perladangan ubi.

Baca juga: Pembunuh Gadis Asal Simalungun Dibully di Medsos

Dia tidak menyangkal, menyetubuhi korban setelah tidak sadarkan diri. Karena sebelumnya, mencekik korban setelah menolak permintaannya untuk berhubungan badan. "Iya Pak, sebelum kumainkan (setubuhi) kucekik duluan dia," katanya.

Hati-hati Berkenalan Lewat Medsos

Pembunuhan Novita Dewi, warga Huta IV Nagori Purba Sari, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, berawal dari perkenalan korban dengan pelaku di Facebook.

Merespons itu, Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan berpesan kepada netizen terutama masyarakat Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun agar lebih berhati-hati berkenalan dengan seseorang melalui medsos berupa Facebook, Instagram, WhatsApp dll.

Baca juga: Polisi Lumpuhkan Pembunuh Gadis Asal Simalungun

Menurutnya, menghindari kejadian kriminal seperti dialami korban Novita Dewi, harus mengenal lebih dalam teman di dunia maya dan tak mudah diajak bertemu.

Meski disebut sebagai orang sombong karena tidak membalas komentar dan pesan pribadi dari medsos, menurut dia itu tidak masalah. Justru menurutnya keselamatan lebih penting.

Baca juga: Gadis Asal Simalungun Tewas di Ladang Ubi

"Kepada masyarakat untuk yang berteman di media sosial agar lebih berhati-hati. Jangan cepat akrab. Harus benar-benar diketahui dan dikenali. Dan jangan mudah diajak kemana-mana. Memang kalau di media sosial agak susah mengabaikannya, nanti dibilang sombong. Lebih bagus sombong daripada nanti jadi seperti korban," kata AKBP Liberty saat konferensi pers di Asrama Polisi (Aspol) Jalan Sang Naualuh, Kota Pematangsiantar, Jumat 24 Mei 2019.

Saat itu AKBP Liberty menuturkan kronologi kejadian dan penangkapan AS, tersangka pembunuhan karyawan rumah makan burung goreng.[]