Semarang – Sebanyak 8,6 juta pemudik diperkirakan masuk ke Jawa Tengah (Jateng) pada musim Lebaran 2019. Jumlah tersebut meningkat sekitar 16 persen dibanding tahun lalu.

"Puncak arus mudik tahun ini diprediksi terjadi pada H-5 atau pada hari Jumat 31 Mei 2019," ungkap Kepala Dinas Perhubungan Jateng Satriyo Hidayat, Kamis 23 Mei 2019.

Satriyo menyebut, dari dari jumlah itu sebanyak 5,6 juta adalah pemudik menggunakan mobil pribadi. Diperkirakan mereka ini banyak memilih jalan tol dibanding jalur reguler via jalur Pantura.

"Mobil pribadi yang akan menggunakan jalan tol diprediksi sekitar 40 persen. Ini data dari Litbang Kementerian Perhubungan," ujar dia.

Baca juga: One Way Arus Mudik Lebaran 2019

Peningkatan jumlah pemudik lewat jalur darat ini salah satunya disebabkan karena penurunan minat di angkutan udara.

Dua bulan terakhir terpantau penurunan jumlah penerbangan sekitar 12 persen dibanding sebelumnya. Tingginya operasional pesawat akibat melonjaknya harga avtur berimbas pada mahalnya harga tiket pesawat.

"Mudah-mudahan kebijakan Kemenhub dengan adanya penurunan tarif atas bisa mengatasi masalah mahalnya tiket," ujar dia.

Baca juga: Perubahan Sistem Transaksi Jalan Tol Jakarta-Cikampek

Ditambahkan, mengantisipasi kenaikan jumlah pemudik darat ini, Satriyo menjamin pada H-10 seluruh infrastruktur di Jateng sudah siap dilalui pemudik. Jalur alternatif juga sudah disiapkan.

Langkah lain adalah dengan membuka pelayanan mudik gratis dari Jakarta. Selain menggunakan bus, Pemprov Jateng bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan dan instansi terkait memfasilitasi mudik gratis menggunakan kereta api dan kapal laut.

"Dengan mudik gratis ini, saya hitung mampu menampung 14.460 pemudik. Harapan kami bisa mengurangi pemudik yang bersepeda motor dan bisa menurunkan angka kecelakaan lalulintas," tukas dia.[]