Jakarta, (Tagar 8/3/2018) – Mesin pencari raksasa, Google, tak pernah luput mencantumkan simbol dalam halaman muka pencariannya, itulah Google Doodle. Semua simbol yang ditampilkan tak hanya sekedar simbol berupa gambar atau foto. Namun Google selalu mengaitkan simbol yang ditampilkan di laman depannya dengan satu momen atau kenangan tertentu.

Kali ini, 8 Maret 2018, diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional atau Woman International Day. Google pun menjadikannya sebagai Google Doodlenya hari ini, Kamis (8/3).

Hari Perempuan Internasional adalah perayaan global prestasi sosial, budaya, ekonomi dan politik wanita. Ini dirayakan setiap tahun pada tanggal 8 Maret. Tahun lalu melihat gerakan global yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk hak, kesetaraan, dan keadilan perempuan.

Pawai dan kampanye global, termasuk #MeToo dan #TimesUp diambil di seluruh dunia mengenai berbagai isu mulai dari pelecehan seksual, pembunuhan feminis, upah setara, representasi politik perempuan, antara lain. Menggemakan sentimen, tema Hari Perempuan Internasional tahun ini adalah #TimeIsNow: Aktivis pedesaan dan perkotaan mengubah kehidupan perempuan.

Sejarah Hari Perempuan Internasional

Dikutip dari NDTV, Hari Perempuan pertama kali diamati pada tanggal 28 Februari 1909 di New York. Pada Konferensi Wanita Internasional 1910, 8 Maret disarankan untuk diamati sebagai "Hari Perempuan Internasional." 8 Maret juga menjadi hari libur nasional di Soviet, Rusia pada 1917 setelah wanita mendapatkan hak pilih di sana. Hari itu kemudian didominasi oleh gerakan sosialis dan negara komunis sampai diadopsi pada tahun 1975 oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Tema Hari Perempuan Internasional 2018

Tema Hari Perempuan Internasional 2018 adalah "Waktu Sekarang: Aktivis pedesaan dan perkotaan mengubah kehidupan perempuan". Wanita PBB tersebut mengatakan, "Menggemakan tema prioritas dari sesi ke-62 yang akan datang dari Komisi PBB untuk Status Perempuan, Hari Perempuan Internasional juga akan menarik perhatian pada hak dan aktivisme perempuan pedesaan, yang membentuk lebih dari seperempat dunia populasi, dan tertinggal dalam setiap ukuran pembangunan." (rif)