Jakarta, (Tagar 2/4/2019) - Facebook Indonesia meluncurkan fitur Info Kandidat agar para pengguna jejaring tersebut dapat mengenal calon legislatif yang akan mereka pilih pada Pemilihan Umum 17 April 2019 mendatang.

Dalam keterangan pers, Facebook menyatakan fitur itu akan muncul di Kabar Beranda atau News Feed para pengguna di Indonesia mulai 2 April. Pengguna media sosial yang sangat diminati di Indonesia tersebut bisa melihat posisi para kandidat, mengunjungi halaman Facebook (Page) kandidat tersebut serta menonton video kandidat yang sedang memaparkan topik tertentu melalui fitur Info Kandidat.

Para kandidat calon legislatif dapat membuat empat video berdurasi 20 detik untuk memperkenalkan diri dan menjawab beberapa pertanyaan utama, yaitu apakah yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, apa yang akan dicapai jika terpilih dan bagaimana merealisasikannya serta apa yang akan dilakukan untuk memberantas korupsi.

Facebook yang juga pemilik WhatsApp dan Instagram, menyatakan mereka tidak terlibat dalam pembuatan konten video para kandidat, sepenuhnya diproduksi oleh kandidat dan tim.

Facebook Indonesia melihat setiap hari para pengguna berdiskusi tentang politik di platform jejaring sosial tersebut sehingga raksasa teknologi dari Amerika Serikat itu ingin agar masyarakat mendapatkan informasi yang dibutuhkan menjelang Pemilu. Selain Facebook, platform digital sepakat jaga dunia maya jelang pemilu termasuk Google.

Google adalah platform mesin pencari yang sangat populer di internet, penggunaannya didominasi oleh ponsel. Mesin penelusur ini jauh mengalahkan pesaingnya, Bing milik Microsost atau Baidu di China.

"Ini merupakan upaya kami untuk membangun komunitas yang lebih bermasyarakat dan teredukasi dengan informasi yang tepat. Kami yakin bahwa dengan membantu orang memahami profil para kandidat, kami dapat membantu menciptakan komunitas yang lebih baik," kata Facebook dalam keterangannya yang dikutip Rabu, 03/04.

Selain membuat fitur untuk mengenal kandidat, para calon wakil rakyar, Facebook juga sudah melakukan berbagai langkah untuk menjaga keamanan platform saat Pemilu 2019, di antaranya menurunkan konten-konten misinformasi dan menghapus akun palsu atau hoax yang cenderung disebarkan (share) secara massif dengan sengaja. []