Surabaya, (Tagar 26/4/2018) - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mengembangkan robot-robot unggulan di antaranya adalah robot humanoid.

Sejak beberapa tahun lalu ITS sudah mengembangkan robot humanoid seperti robot sepak bola dan robot yang bisa menari. Koordinator tim robotic ITS Rudi Dikairono mengungkapkan kali ini ITS membuat robot humanoid sepak bola yang baru, ukurannya lebih besar dibandingkan dengan robot sebelumnya, bahkan dengan tinggi hampir 1 meter ini besarnya nyaris tiga kali lipat dari robot sebelumnya.

"Untuk robot sepak bola, kami membuat platform baru dengan ukuran yang lebih besar. Harapanya supaya bisa lebih lincah dan cepat," kata Rudi.


Selain membuat robot ukuran besar, tim robotic juga membuat ukuran medium. Dimana robot medium ini juga lebih besar dibandingkan robot sebelumnya. Benar saja, dengan ukuran yang lebih besar, pergerakan robot bola ini bisa lebih lincah dan cepat.

M Reza Arazi, ketua tim Ichiro ITS yang membawahi robot sepak bola mengatakan pembuatan robot sepak bola yang baru ini membutuhkan waktu hampir satu tahun. 

"Yang menjadi kendala sebenarnya pada komponen, karena komponen komponennya tidak ada di Indonesia, harus diimpor dari luar," katanya.

Tampilan baru tak hanya dimiliki robot humanoid sepak bola, robot penari juga punya performa baru. Robot mungil seukuran boneka mainan anak-anak atau sekitar 35 sentimeter ini mampu bergerak lebih luwes. Dengan demikian, gerakan tari yang ditampilkan robot ini lebih indah dan halus.

"Robot tari juga kami buat platform baru, dengan gerakan yang lebih stabil dan luwes," kata Rudi. Gerakan yang lebih luwes itu karena penggunaan motor baru yang lebih bagus. Motor tersebut memiliki gerak yang lebih halus.

Kemampuan robot tari ini juga makin baik, dia bisa memiliki keseimbangan cukup bagus ketika mengangkat salah satu kakinya. Robot tari ini mampu menarikan tarian remo asal Jatim. Dengan iringan musik remo, robot langsung menggerakkan tangan dan kakinya. Kepalanya juga ikut bergerak layaknya penari remo sungguhan.

Tak hanya robot humanoid, ITS juga mengembangkan robot roda. Di antaranya adalah robot sepak bola dengan roda, robot pelempar bola dan juga robot pemadam kebakaran. Untuk robot pemadam yang berbentuk seperti laba-laba ini mampu bergerak cukup cepat mencari titik api.

Setelah menemukan titik api dalam ruangan, robot akan memadamkannya dengan tiupan karbon dioksida. Dengan demikian api akan langsung padam. 

"Pada robot pemadam sebelumnya kami menggunakan air sebagai pemadamnya, namun hasilnya kurang maksimal. Ketika api disiram dengan air, ternyata tidak padam total, sehingga api kembali menyala," tandas Rudi. (lut)