Jakarta, (Tagar 30/4/2018) - Musisi dan aktris serba bisa Maudy Ayunda mengungkapkan anggapan yang salah soal dirinya terkait jurusan Politics, Philosophy and Economics (PPE) yang dipelajarinya di Universitas Oxford, Kerajaan Inggris.

Mengetahui dia lulusan jurusan PPE, banyak orang menyangka Maudy berminat terjun ke dunia politik dan menjadi seorang politisi.

"Ada kecenderungan orang berasumsi aku ingin masuk politik karena pas kuliah ambil itu," kata Maudy dalam peluncuran buku "Dear Tomorrow" di Jakarta, Senin (30/4).

Nyatanya, dirinya lebih banyak belajar soal teori politik, seperti mempelajari filosofi politik dan mempertanyakan soal keadilan, serta kesetaraan.

"Aku belum ada keinginan masuk ke dunia politik, tapi aku tetap peduli sama apa yang terjadi," imbuh dia.

Meski dirinya tidak betul-betul menganulir masa depan di bidang politik, sampai saat ini gadis bernama lengkap Ayunda Faza Maudya masih tertarik menggeluti dunia kreatif dalam jangka panjang. Entah itu di bidang musik, akting atau penulisan seperti yang baru dirintisnya saat ini.

Di luar seni, Maudy juga peduli terhadap isu pendidikan Indonesia. Campur tangannya kelak, kata Maudy, bisa dilakukan dari jalur akademis, termasuk rencana kembali ke universitas untuk mendapatkan gelar S2 di bidang pendidikan.

"Mungkin ambil child psychology, juga ada ruang untuk tempat lain, misalnya jadi backpacker kayak Trinity," katanya, merujuk pada penulis/blogger travel yang karyanya diadaptasi ke film "Trinity, The Nekad Traveler" dan diperankan Maudy.

"Dear Tomorrow" adalah buku perdana karya Maudy Ayunda berisi buah pikirannya mengenai hidup, cinta dan cita-cita. Buku berisi esai pendek, daftar lagu, puisi hingga kutipan itu dibuat dengan format pengingat untuk masa depan agar bisa memotivasi tanpa menggurui pembaca. (ant/rmt)