Semarang – Sebanyak 81 ribu lebih kendaraan pemudik masuk ke wilayah Jawa Tengah (Jateng) melalui tol Trans Jawa pada H-7 dan H-6 Lebaran.

Jumlah tersebut hasil pantauan PT Jasamarga Semarang Batang (JSB), anak usaha Jasa Marga yang mengoperasikan Jalan Tol Batang-Semarang.

"H-7 hingga H-6 Lebaran atau 29-30 Mei 2019, tercatat volume lalu lintas yang masuk ke Jateng meningkat signifikan, yaitu 81.460 kendaraan. Angka ini naik 234 persen dari Lalulintas Harian Rata-Rata (LHR) normal sebesar 24.352 kendaraan," beber Corporate Communication Department Head PT Jasa Marga Irra Susiyanti kepada Tagar Jumat 31 Mei 2019.

Rincinya, pada 29 Mei 2019, sebanyak 31.835 kendaraan masuk ke Jateng. Jumlah itu naik 172 persen dari LHR normal sejumlah 11.699 kendaraan. Dan pada 30 Mei 2019, sebanyak 49.625 kendaraan atau naik 292 persen dari LHR normal 12.653 kendaraan

Jumlah kendaraan tersebut didapat dari pendataan yang dilakukan di gerbang tol (GT) Kalikangkung, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Diketahui GT Kalikangkung Jalan Tol Batang-Semarang merupakan salah satu GT utama di Jateng.

"GT Kalikangkung menerima transaksi pengguna jalan yang berasal dari jalan tol sebelumnya, yaitu jalan tol Pemalang-Batang, untuk menuju ke arah Kota Semarang maupun melanjutkan perjalanan ke Jawa Timur dan sekitarnya," sebut dia.

Untuk meningkatkan kenyamanan pengguna jalan, PT JSB memaksimalkan 22 gardu operasi di GT Kalikangkung serta penambahan 11 mobile reader untuk melayani transaksi pemudik yang masuk ke wilayah Jateng.

Dengan diskresi kepolisian juga dilakukan sejumlah rekayasa lalu lintas, menempatkan petugas di lokasi-lokasi rawan kepadatan dan kecelakaan.

Kapolri dan Panglima TNI Pantau Tol Trans Jawa

Sementara itu, meski ada lonjakan arus mudik selama dua hari terakhir, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan tidak ada kemacetan. Arus lalu lintas dari GT Cikampek Utama sampai GT Kalikangkung Semarang terpantau padat lancar.

Tito bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto pada Jumat 31 Mei 2019 melakukan pantauan udara menggunakan Heli Super Puma dan Heli Belt menyusuri tol Trans Jawa dari Jakarta hingga Semarang.

"Pantauan udara dari gerbang tol Cikampek sampai Kalikangkung, lalu lintas tol lancar. Fenomena peningkatan puncak mudik hampir tidak ada," terang dia usai mendarat di rest area GT Kalikangkung.

Ditambahkan, tidak terjadinya kemacetan di arus mudik dikarenakan libur Lebaran cukup panjang, selama sepekan mulai 29 Mei 2019. Dengan demikian pemudik bisa memilih hari agar tidak bersamaan dengan mayoritas pemudik lain.

"Kecuali liburnya hanya tiga hari sebelum Lebaran, itu akan ada berbondong-bondong tapi ini kita tidak melihat," jelas dia.

Landainya arus lalu lintas, sambung Tito, juga terlihat di GT Cikopo. Bahkan di Brebes Exit Tol atau Brexit yang beberapa Lebaran sebelumnya selalu macet total, kini lancar.

"Tidak ada penumpukan. Di Kalikangkung ini landai juga. Mudah-mudahan Tuhan Maha Baik, jadi pengaturan mudik bisa lancar," tukas dia.[] 

Baca juga: