Semarang – Sekitar 1.800 kendaraan pemudik memasuki Kota Semarang, Jawa Tengah pada H-6 Lebaran atau Kamis 30 Mei 2019. Ribuan kendaraan pemudik berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat, Banten hingga Sumatera Selatan dan Aceh.

"Kendaraan pemudik yang melintasi Pos Jrakah sampai dengan pukul 16.30 WIB, kendaraan bermotor roda empat sebanyak 1.207 unit dan kendaraan roda dua sebanyak 655 unit," ungkap Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang Endro P Martanto kepada Tagar, Kamis 30 Mei 2019.

Kendaraan-kendaraan pemudik tersebut didominasi pelat B, D, BG, BL, A, E. "Bahkan banyak pelat kendaraan pemudik yang H atau Semarang. Artinya dimungkinkan ia pemudik Semarang yang membawa kendaraannya ke perantauan. Sekarang digunakan untuk mudik," terang dia.

Endro menyebut terkoneksinya jalan tol Trans Jawa mulai ujung barat hingga timur Jawa cukup mempengaruhi jumlah pemudik yang melintasi jalan reguler pantura. Khususnya pemudik yang menggunakan kendaraan roda empat.

"Pemudik dari arah barat yang hendak menuju Surabaya, Malang, dan wilayah Jawa Timur lainnya tidak perlu keluar exit tol di Semarang, baik exit Krapyak, Sukun maupun Kaligawe,” terang dia.

Diperkirakan arus mudik yang akan melintasi Semarang, baik lewat jalan reguler maupun tol, akan mengalami puncaknya pada H-5 Lebaran atau mulai Jumat 31 Mei 2019 hingga Sabtu 1 Juni 2019 dini hari. Endro memperkirakan pemudik pada hari itu didominasi mereka yang bekerja di swasta.

"Mereka yang PNS belum bisa mudik karena ada edaran bahwa PNS yang di kementerian maupun di daerah wajib ikut upacara Hari Lahir Pancasila. Jadi kemungkinan pemudik PNS akan mudik setelah upacara," jelas dia.

Pantauan di lapangan, arus kendaraan di sejumlah jalan protokol, khususnya pintu masuk di barat Semarang, memperlihatkan lebih padat ketimbang hari biasa. Seperti di kawasan Jrakah, Jalan Siliwangi, hingga kawasan Tugu Muda, Pandanaran maupun Simpang lima.

Di kawasan-kawasan tersebut di hari biasa memang sudah cukup padat karena beberapa titik merupakan pusat oleh-oleh. Namun pada H-6 volume kendaraan lebih padat hingga petugas kepolisian dan Dishub menutup persimpangan ke jalan sekunder.

"Memang banyak dari pemudik yang masuk ke Semarang ini mampir ke pusat oleh-oleh di Pandanaran. Sehingga di kawasan itu cukup padat namun tidak ada kemacetan berarti," tukas Endro.

Pemudik Keluar dari Jakarta

Mulai padatnya kendaran luar daerah masuk ke Semarang ini salah satunya dipengaruhi mulai banyaknya pemudik yang meninggalkan Jakarta. Jasa Marga mencatat ada 186.602 kendaraan meninggalkan Jakarta lewat tol Cikampek pada H-7 Lebaran atau Rabu 29 Mei 2019.

"Mereka keluar Jakarta menuju arah timur, Barat dan Selatan," kata Corporate Communication Department Head PT Jasa Marga Irra Susiyanti, Kamis 30 Mei 2019.

Irra mengatakan angka ini naik sebesar 41,69 % dari lalu lintas harian (LHR) normal sebesar 131.698 kendaraan. Jumlah kendaraan pada H-7 tersebut baru memenuhi realisasi 13,5 persen dari total prediksi Jasa Marga.

"Prediksi kami, H-7 sampai H-1 Lebaran 2019, kendaraan yang keluar menuju tiga arah itu mencapai 1.383.830 kendaraan," ujar dia.

Khusus kendaraan pemudik Jakarta yang menuju arah timur atau menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur, Irra menyebut ada sekitar 88.000 ribu unit. Terpantau melintasi Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama, dengan jumlah 57.405 kendaraan atau naik sebesar 144,9 persen dari LHR normal 23.439 kendaraan dan di GT Kalihurip Utama, dengan jumlah 29.932 kendaraan, naik sebesar 15,04 persen dari LHR normal 26.018 kendaraan.[]

Baca juga: