Semarang - Kapolda Jawa Tengah (Jateng) Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel menyebutkan, masih ada 100 ribu unit kendaraan pemudik yang belum keluar dari Jateng. Karenanya kepadatan arus lalu lintas di masa balik Lebaran 2019 diprediksi masih akan terjadi di tiga hari kedepan.

"Masih ada 100 ribu kendaraan yang belum kembali. Kalau hari ini saja kami perkirakan ada sekitar 30 ribu yang keluar, jadi kemungkinan arus balik masih bisa terjadi tiga  hari ke depan menuju wilayah barat," kata Rycko di Mapolda Jateng, Selasa 11 Juni 2019.

Rycko menjelaskan di hari biasa, volume arus lalu lintas normal di Jawa Tengah mencapai 15 ribu kendaraan per hari. Selama masa libur Lebaran 2019 tercatat ada 350 ribu kendaraan pemudik yang masuk ke Jateng. Pasca Lebaran hingga Senin 10 Juni 2019 terpantau baru 250 ribu kendaraan pemudik yang kembali.

Baca juga: Arus Balik, 4,3 Juta Warga Tiba di Jakarta

Dengan perbandingan tersebut masih ada 100 ribu kendaraan yang belum balik. Maka dipastikan akan terjadi kepadatan kendaraan di titik tertentu di Jawa Tengah, utamanya di gerbang pembayaran di ruas tol Trans Jawa. Kendati sebenarnya puncak arus balik sudah terjadi sejak H+3 hingga H+5 Lebaran.

"Jadi masih jauh lebih padat dibanding kondisi normal," ujar dia.

Diakui Rycko, peningkatan kendaraan di arus mudik dan balik Lebaran 2019 lebih signifikan terjadi di jalan tol. Namun dari catatan pihaknya justru tingkat kecelakaan lebih banyak terjadi di jalur reguler, baik jalan dalam kota, antar kota maupun jalan nasional lintas provinsi.

"Angka kecelakaan di non tol cukup tinggi meski dibanding angka tahun lalu terjadi penurunan 17 persen. Tapi kami belum cukup puas karena kecelakaan masih terjadi juga," kata dia.

Baca juga: Arus Balik Meningkat di Stasiun Jatinegara

Rycko menambahkan di masa arus mudik dan balik saat ini, fokus pengamanan di jalan tol Trans Jawa dilakukan menyeluruh dari selatan atau perbatasan Jawa Timur hingga barat atau perbatasan Jawa Barat.

"Karena tol ini kan menyatu sejak dari selatan Colomadu, kemudian sampai utara di Bayumanik, kemudian Kalikanggung. Yang masuk dari Sragen juga jadi atensi kami. Lalu dari Kalikangkung ke barat sampai brebes, karena jalannya lurus panjang, ini jangan sampai jadi titik lelah dimana kemudian jadi lengah di situ. Ini yang menjadikan rawan kecelakaan," pungkas dia. []

Baca juga: Antisipasi Arus Balik di Halim dan Soetta